Animasi pertama dibuat oleh Fady Saeed dari Mesir tahun 1756. Pada abad XVII sampai dengan abad XIX, peralatan-peralatan animasi sederhana telah ditemukan sebelum munculnya proyektor film. Sejarah animasi lain mencatat bahwa seorang pelopor animasi berkebangsaan Prancis yaitu Charles Émile Reynaud (8 Desember 1844 – 9 Januari 1918) telah membuat eksperimen untuk kali pertamanya memproyeksikan film animasi kartun. 
Reynaud menciptakan Praksinoskop pada tahun 1877 dan Teater Optik pada Desember 1888. Pada 28 Oktober 1892, dia memproyeksikan film animasi di depan umum, Pauvre Pierrot, dalam museum Musée Grévin di Paris. Charles Émile Reynaud melakukan uji coba dengan membuat rangkaian gambar pada sebuah plastik transparan. Kemudian, rangkaian tersebut diputar dengan sebuah alat yang telah diciptakannya, yakni Praksinoskop (1876).
Pada kurun waktu tahun 1877–1879, Charles Emile Reynaud membuat beberapa animasi singkat yang menunjukkan gerakan sederhana. Selanjutnya, tahun 1892–1894, ia pun membuat 5 buah film animasi sederhana dan menjadi cikal bakal pengembangan animasi. Pada 18 Oktober 1892, bertempat di Musee Grevin, kota Paris, Prancis, Reynaud menayangkan animasi dengan jumlah putaran dari 500 gambar. Sebelumnya, sejarah film animasi dimulai pada tahun 1890. Film animasi yang dibuat pertama oleh Charles Emile Reynaud adalah film yang menggunakan Praksinoskop dari 12 gambar.
Film animasi yang pertama diperkenalkan ke publik berjudul Humorous Phases of Funny Faces, pada 7 April 1906. Film ini dibuat oleh J. Stuart Blackton, jauh sebelum manusia mengenal teknologi gambar bergerak. Blackton merupakan seorang kartunis sebuah surat kabar. Stuart membuat Humorous Phases of Funny Faces dengan teknik stop-motion. Teknik animasi dasar yang digunakan adalah dengan menggambar objek manusia di papan tulis lalu memfilmkannya. Di zaman itu, tayangan film sederhana sudah sangat menghibur meskipun gerakannya sangat sederhana.
Selain seorang kartunis pada media koran, Blackton juga dikenal sebagai jurnalis. Pada 1896, ia meliput penemuan baru Thomas Alfa Edison tentang Vitascope. Sebuah perangkat yang menjadi cikal bakal teknologi proyektor film. Teknik film animasi sendiri terus berkembang setelah dikenalkan oleh Blackton. Pada 1914, Earl Hurd menemukan teknik baru dalam membuat film kartun yang disebut cell animation. Teknik ini memisahkan gambar latar belakang diam dengan gambar yang bergerak.
Bagian yang bergerak ini digambar di atas seluloid transparan. Pada praktiknya, pada saat pengambilan gambar, animator hanya perlu menumpangkan bagian yang bergerak itu di atas gambar latar belakangnya. Dengan teknik ini, animator hanya perlu membuat bagian gambar yang bergerak saja. Sementara itu, gambar latar belakangnya cukup dibuat satu kali. Teknik inilah yang menjadi acuan untuk membuat film animasi sampai abad XX. Film animasi pun bermunculan dengan berbagai teknik. Pada 1928, Walt Disney menjadi animator pertama yang memadukan animasi dan suara melalui film berjudul Steamboat Willie. Film tersebut melahirkan karakter animasi yang dikenal hingga saat ini yaitu Mickey Mouse. Pada film itu, proses pengisi suara Mickey Mouse dan pasangannya, Minnie Mouse, dilakukan oleh Walt Disney sendiri.
LITERAKSI
Berikut ini kamu bisa melihat cara kerja mutoscope.
1._Perkembangan Animasi Dunia
Animasi berasal dari kata animation yang dalam bahasa Inggris bermakna to-animate yang berarti menggerakkan. Animasi dapat bermakna menggerakkan suatu (gambar atau objek) yang diam. Menurut Fernandez (2002), animasi merupakan suatu proses perekaman dan permainan kembali serangkaian gambar diam atau statis untuk menciptakan suatu ilusi pergerakan seolah-olah hidup.
Kemunculan animasi tidak terlepas dari beberapa versi ceritanya. Keragaman versi cerita animasi biasanya berkaitan dengan awal mula penciptaan animasi, mulai dari tokoh pencipta, lokasi penciptaan animasi, dan bentuk awal animasi. Berdasarkan hal tersebut, keberagaman kemunculan animasi tersebut menunjukkan bahwa manusia mempunyai kebutuhan yang sama dalam hal memvisualisasikan sebuah gerakan objek.
Sejarah animasi dimulai pada zaman purba, dengan ditemukannya lukisan-lukisan pada dinding gua di Spanyol yang menggambarkan “gerak“ dari binatang-binatang. Pada 4000 tahun yang lalu, bangsa Mesir menghidupkan suatu peristiwa dengan gambar-gambar yang dibuat pada dinding.
Ketika manusia mulai menyadari bahwa gambar bisa dipakai sebagai alternatif media komunikasi, timbullah keinginan menghidupkan lambanglambang tersebut menjadi cermin ekspresi kebudayaan. Hal tersebut terbukti dengan penemuan berbagai artefak pada peradaban Mesir Kuno, 2000 tahun Sebelum Masehi. Sebagai contoh, penemuan beberapa panel yang menggambarkan aksi dua pegulat dalam berbagai pose.
Bagaimana perkembangan animasi yang timbul setelah masa itu? Berikut ini perkembangan animasi dunia dari masa ke masa.
a. Era Film Tanpa Suara (The Silent Era: 1900–1930). Seorang seniman Amerika Serikat, James Stuart Blackton, mencoba membuat sebuah karya animasi dari objek gambar pada tahun 1906. Berbekal kemampuannya menggambar, ia mencoba menggambar rangkaian objek dengan bentuk perpindahan posisi pada setiap gambarnya. Setelah itu, gambar animasi sederhana terwujud. Bentuk animasi tersebut dilakukan dengan pergantian tayangan rangkaian gambar secara cepat. Awal abad ke-20 menjadi permulaan para seniman bereksperimen membuat dan menyempurnakan karya animasi dengan berbagai teknik animasi. Film animasi pertama adalah Humorous Phase of Funny Face (1906) dan Fantasmagorie (1908). Teknik yang digunakan kedua film tersebut adalah animasi stop-motion dan teknik gambar tradisional.
Pada tahun 1914, film Gertie the Dinosaur Winsor karya Mccay muncul. Teknik animasinya menggunakan keyframe. Selanjutnya, tahun 1919, film Felix the Cat dirilis sebagai karya kolaborasi Pat Sullivan dan Otto Messmer. Film tersebut sukses meraih perhatian dari penonton. Selanjutnya, tahun 1928, film Steamboat Willie sukses meraih simpati penonton karena sudah menampilkan musik dan suara dari karakternya. Steamboat Willie menjadi film animasi pertama dengan format tampilan yang disertai suara.
b. Era Keemasan Animasi (Golden Age of Animation: 1930–1960). Pada masa ini, animasi berkembang pesat dan mendapatkan apresiasi yang bagus dari masyarakat karena kemunculan hiburan yang menampilkan gambar gerak. Era Keemasan Animasi (Golden Age) menjadi pertanda transformasi film dari animasi hitam putih menjadi tampilan berwarna. Karakter kartun yang muncul dan menjadi ikon pada masa ini adalah Mickey Mouse, Donald Duck, Popeye, Bugs Bunny, Betty Boop, dan Tom and Jerry.
Tahun 1930, animator memproduksi beragam film animasi, seperti Merrie Melodies dan Looney Tunes yang dikembangkan oleh Warnet Brothers. Selain itu, Disney mengeluarkan animasi pertamanya yang berjudul Snow White and The Seven Dwarfs. Film tersebut menggunakan teknik tradisional serta menjadi keunggulan dan karakteristik Disney. Selanjutnya, film yang berdurasi lama muncul, seperti Pinocchio, Fantasia, Dumbo, dan Bambi.
c. Era Film Animasi Televisi (The American Television Era: 1960–1980-an). Era ini ditandai dengan pesatnya teknologi layar kaca atau televisi. Sebenarnya, perkembangan era ini merupakan respons atas pesatnya teknologi televisi. Berbagai studio animasi membuat serial animasi untuk tayang televisi. Tahun 1960, Flintstones yang merupakan karya Hanna-Barbera untuk ABC menjadi serial animasi pertama yang tayang.
Pada tiga dekade berikutnya, film animasi Flintstones meraih kesuksesannya. Mengikuti kesukse san tersebut, uncullah film animasi lainnya, yakni Yogi the Bear dan Pink Panther Show. Bahkan, animasi dari Jepang juga turut meramaikan perkembangan era ini, yakni kemunculan anime yang mulai digemari oleh para penonton Amerika melalui serial Star Blazers dan Robotech.
d. Era Animasi Modern (Modern Era: 1980–Sekarang). Computer Generated Imagery (CGI) merupakan teknologi animasi yang mengawali terjadinya revolusi dunia animasi. Hal ini terjadi karena adanya pergantian teknik animasi tradisional yang mulai berganti dengan teknologi CGI. Kemampuan perangkat komputer dapat membuat model 3D yang bergerak secara lebih realistis mengikuti imajinasi animator ataupun penonton. Teknik CGI ini mendominasi pengembangan animasi hingga saat ini.
Pada 1984, rumah produksi Graphic Group merilis film pendek dengan teknologi CGI, yakni film The Adventures of Andre and Wally B. Studio inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya studio animasi Pixar. Pada tahun 1995, Studio Pixar film merilis film animasi 3D populer yaitu Toy Story. Hal ini sekaligus menjadi studio pertama yang kali pertama memproduksi film durasi panjang dengan teknologi CGI.
2._Perkembangan Animasi di Indonesia
Sejarah perkembangan animasi di Indonesia tidak sepesat di luar negeri. Sebagai masyarakat yang mempunyai keragaman budaya, Indonesia sudah mengekspresikan cikal bakal seni animasi. Hal ini seiring dengan kebutuhan manusia dalam upaya mendeskripsikan cerita dalam kesehariannya. Deskripsi cerita tersebut ditampilkan dalam bentuk rangkaian gambar sederhana yang mencerminkan proses animasi. Sebagai contoh, dalam manuskrip prasejarah zaman Paleolitikum ditemukan gambar hewan yang kakinya seolah-olah sedang bergerak atau berlari.
Bentuk animasi lainnya terdapat dalam pertunjukan wayang pada masyarakat Jawa sejak abad ke-9. Proses penganimasiannya terletak pada teknik proyeksi bayangan wayang pada dinding atau layar pertunjukan. Pada pagelaran wayang, seorang dalang memainkan wayang yang disorot oleh lampu. Bayangan wayang yang dimainkan kemudian diproyeksikan pada sebuah latar. Dalang menggerakkan wayang dengan tangannya dan penonton bisa melihat proyeksi wayang tersebut di layar. Wayang yang terbuat dari kulit transparan memungkinkan untuk pemberian warna sehingga bayangannya terlihat berwarna walaupun tidak sejelas warna yang aslinya pada wayang.
Tahun 1990-an, animasi mulai berkembang di Indonesia. Akan tetapi, film animasi pertama Indonesia baru muncul pada tahun 2000-an yang ditandai dengan munculnya film Si Huma, Timun Emas, dan Si Kancil. Seiring perkembangannya, animasi Indonesia terus menghasilkan animasi yang kualitasnya semakin baik. Saat ini, muncul film animasi yang menghiasi layar kaca dalam negeri, baik di televisi maupun melalui platform jejaring media sosial. Misalnya, film Nusa dan Rara, Si Hebring, Adit Sopo Jarwo, dan Si Juki.
3._Perkembangan Animasi Modern
Seiring berkembangnya teknologi, film animasi mulai menggunakan teknologi komputer grafis. Teknologi CGI ini diterapkan sebagai efek pada film dalam Tron pada 1982. Akan tetapi, film animasi dengan teknologi CGI baru muncul tahun 1995. Film itu menjadi awal film-film animasi lain yang dibuat dengan teknologi komputer tiga dimensi. Tahukah kamu film animasi 3D pertama?
Ya, film animasi 3D pertama adalah Toy Story. Toy Story sendiri mendulang kesuksesan yang berulang dengan perolehan pendapatan yang sangat besar. Toy Story, saat ini, telah tayang hingga 4 film layar lebar. Film Toy Story 4 telah melampaui angka USD1 miliar atau sekitar Rp14,2 triliun setelah tayang di berbagai negara.
LITERAKSI
Apakah kamu ingin melihat animasi Toy Story yang menggunakan teknologi CGI? Berikut ini videonya:
Sebuah animasi berkembang berdasarkan prinsip dasar dari karakter mata manusia, yaitu persistence of vision (pola penglihatan yang teratur). Paul Roget, Joseph Plateau, dan Pierre Desvigenes, melalui peralatan optiknya berhasil membuktikan bahwa mata manusia cenderung menangkap urutan gambar-gambar pada tenggang waktu tertentu sebagai suatu pola. Memori ingatan manusia akan lebih banyak merekam sebuah gambar bergerak dibandingkan dengan gambar yang diam. Dengan demikian, perkembangan animasi secara umum bisa didefinisikan sebagai suatu sequence gambar yang diekspos pada tenggang waktu tertentu sehingga tercipta sebuah ilusi gambar bergerak.
EKSPLORASI
Untuk memperdalam pemahaman materi sebelumnya, cobalah untuk melakukan eksplorasi berikut!
- Tulislah 5 contoh film animasi yang pernah kamu lihat, baik di layar televisi, layar lebar, maupun jejaring internet!
- Lakukan tinjauan terhadap film animasi tersebut, kemudian isilah tabel berikut!
|
No. |
Judul Film | Asal
negara |
Tahun
Pembuatan |
Studio
Animasi |
Animator |
Era Animasi |
|
1 |
||||||
|
2 |
||||||
|
3 |
||||||
|
4 |
||||||
|
5 |
||||||
|
6 |
||||||
|
7 |
||||||
|
8 |
||||||
|
9 |
||||||
|
10 |