PRODUCT LIFE CYCLE. Apabila dilihat dari arti katanya, product life cycle terdiri atas tiga kata. Product atau produk berarti barang atau jasa yang kita jual, Life memiliki arti hidup/kehidupan, dan Cycle adalah siklus/putaran. Dengan demikian, product life cycle bermakna siklus hidup suatu produk. Untuk memahami lebih mendalam terkait product life cycle, cermati uraian berikut:
1._Product Life Cycle dalam Bidang Animasi.
Setiap jenis produk akan memiliki siklus hidupnya masing-masing. Akan ada masanya suatu produk berubah dan hilang dari pasaran atau muncul kembali dengan tampilan yang berbeda. Siklus hidup produk adalah tahapan atau proses perjalanan suatu produk, mulai dari produsen mengenalkan dan memasarkan produknya hingga pada akhirnya tergantikan dengan produk lain yang lebih canggih dan terbaru.

Melalui siklus hidup produk ini, produsen akan dapat memutuskan waktu yang tepat untuk melakukan promosi, menurunkan harga, memperluas pasar, hingga mendesain ulang kemasan produk, serta menyusun strategi untuk terus mendukung dan memeliharasuat u produk tetap eksis di kalangan masyarakat. Ketika suatu produk telah mencapai titik jenuh, produsen harus segera melakukan inovasi ulang. Dalam industri animasi, produk yang dihasilkan juga mengalami siklus hidup yang sama dengan industri lainnya. Hal yang mempengaruhi terjadinya siklus hidup suatu produk adalah perkembangan teknologi, permintaan pasar, stabilitas ekonomi, munculnya kompetitor, penurunan keuntungan, dan kemunduran organisasi. Adapun tahap-tahap dalam siklus hidup produk industri meliputi 4 tahap, yakni introduksi (introduction), pertumbuhan (growth), kematangan (maturity), dan penurunan (decline).
a. Introduksi (Introduction). Pada tahap ini, industri melakukan iklan yang bertujuan memperkenalkan adanya suatu produk baru agar masyarakat mengenal produk dan manfaat produk tersebut. Pada produk-produk film atau serial animasi yang akan tayang pada channel-channel tertentu, baik di televisi, layar lebar/bioskop, maupun layanan media over-the-top (OTT) atau layanan media yang ditawarkan langsung kepada penonton melalui internet seperti YouTube, Netflix, Disney Hotstar, juga akan melakukan tahapan ini. Bentuk promosi dapat berupa iklan media cetak, poster, dan tayangan trailer iklan media sosial.
LITERAKSI.
Silakan tonton video berikut ini untuk melihat contoh animasi dalam tahap introduction. Komunikasikan hasil pengamatanmu terhadap sajian tersebut dalam diskusi kelas.
b. Pertumbuhan (Growth). Jika sudah berhasil dan dikenal oleh masyarakat, produk akan pindah ke tahap pertumbuhan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya permintaan pasar, peningkatan produksi, dan pengembangan potensi produk.

Salah satu pengembangan produk dari film animasi Shaun The Sheep
c. Kematangan (Maturity). Fase ini paling menguntungkan karena produk sudah dikenal oleh masyarakat dan dikonsumsi secara terus-menerus. Sementara itu, biaya produksi dan pemasaran semakin menurun. Pada fase ini, mulai muncul produk produk serupa dari kompetitor. Ketika suatu produk sukses, tentu perusahaan lain akan meniru, bahkan dengan peningkatan kualitas atau harga lebih rendah.

Penayangan film animasi berdampingan dengan kompetitor di layanan streaming.
d. Penurunan (Decline). Tahapan ini terjadi jika sebuah produk tidak mampu bersaing dengan para kompetitor atau suatu produk mengalami titik jenuh. Hal ini akan berdampak pada kemungkinan kehilangan pangsa pasar dan mulai menurun. Pada tahap ini produsen harus mulai melakukan inovasi ulang suatu produk.
EKSPLORASI
Untuk mengetahui sejauh mana pemahamanmu terhadap materi, isilah tabel berikut dengan menelusuri informasi kegiatan pada setiap tahapan pada product life cycle sebuah produk animasi. Tentukan pilihanmu pada satu judul produk animasi yang berhasil kamu telusuri informasinya!
| Judul Film ………………………………… |
Pengenalan (introduction) |
Pertumbuhan (Growth) |
Kematangan (Maturity) |
Penurunan (Decline) |
| Penjualan | ||||
| Biaya | ||||
| Laba | ||||
| Pelanggan | ||||
| Pesaing | ||||
| Tujuan Pemasaran |
2._Daur Ulang Produk Animasi (Film Cycle).
Praktik daur ulang tidak hanya bisa diterapkan pada industri yang menghasilkan limbah, tetapi dapat diterapkan pada industri animasi. Bagaimana cara mendaur ulang produk animasi? Pendaurulangan produk animasi dapat dilakukan dengan cara remaster, remake, reboot, dan reimagining.
a. Remaster. Remaster adalah memperbaiki atau memodifikasi kualitas gambar dari film yang sudah rilis sebelumnya agar gambar tampak lebih baik dari segi warna, kerapatan gambar, dan audio sehingga dapat lebih dinikmati oleh para penonton.
Berikut ini contoh film animasi Mickey Mouse (1928) yang berhasil di Remaster menjadi Full-Color setelah hampir 100 tahun sejak pertama diproduksi.
Film Animasi Kartun Mickey Mouse (1928) SEBELUM di Remaster:
Hasil Remaster (2024) film Animasi Mickey Mouse (1928) setelah hampir 100 tahun:
b. Remake. Remake adalah melakukan reinkarnasi terhadap produk film animasi lama menjadi film animasi baru yang diproduksi dari nol. Remake film dapat dengan menggunakan teknologi dan teknik baru dengan mempertahankan poin kunci dari film sebelumnya.
c. Reboot. Reboot adalah produksi film animasi yang didasarkan pada konsep dasar film, beberapa karakter, dan fondasi dasar cerita film sehingga dapat dikembangkan menjadi film animasi baru dengan tambahan karakter baru.
d. Reimagining. Reimagining adalah merupakan produksi film animasi seperti remake, tetapi dengan melakukan minimal satu perubahan besar dibanding film animasinya. Misalnya, dengan fokus kepada karakter lainnya dalam cerita tersebut.
EKSPLORASI
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap materi, kerjakanlah kegiatan sebagai berikut!
- Buatlah kelompok terdiri atas 3 orang.
- Carilah film animasi yang telah di-remaster, remake, reboot, dan reimagining.
- Bandingkanlah sebelum dan sesudah film tersebut didaur ulang. Hal ini harus dibuktikan dengan gambar (screenshoot).
- Untuk memudahkanmu dalam membandingkannya, isilah tabel berikut ini!
| No. | Jenis Daur Ulang | Judul Animasi | Link Film | Sebelum (Screenshot) | Sesudah (Screenshot) |
| 1 | Remaster | ||||
| 2 | Remake | ||||
| 3 | Reboot | ||||
| 4 | Reimagining |
RANGKUMAN
- Animasi adalah gambar bergerak yang dibuat dengan cara merekam gambar-gambar diam. Kemudian, rekaman tersebut diputar ulang dengan berurutan sehingga terlihat tidak lagi sebagai masing-masing gambar terpisah, tetapi sebagai sebuah kesatuan yang menghasilkan ilusi pergerakan yang tidak terputus.
- Teknik animasi stop-motion yaitu object-motion, claymation animation, pixilation animation, cutout-motion animation, puppet animation, dan silhouette animation.
- Jenis-jenis perangkat animasi tradisional di antaranya Zoetrope, Lentera Ajaib (Magic Lamb), Thaumatrope, Phenakistoscope, Flipbook, dan Praxinoscope.
- Teknik animasi komputer adalah proses pembuatan animasi digital yang meliputi pengerjaan pembuatan karakter, pengaturan gerakan, teknik pencahayaan dan penentuan sudut pandang kamera, pemberian suara dan sound effect, serta spesial efeknya yang dilakukan dengan komputer.
- Animasi komputer 2 dimensi terdiri atas frame animation, vector animation, computational animation, dan morphing. Sementara itu, animasi komputer 3 dimensi terdiri atas video dan film 3D, 3D interaktif, virtual reality 3D. Adapun teknik pembuatan animasi komputer 3 dimensi terdiri atas Computer Generated Imagery (CGI) dan motion capture.
- Digital Cinema Package merupakan format standar untuk pengiriman dan pemutaran film di bioskop digital. Media penyimpanan lain untuk DCP menurut sumber simpledcp.com di antaranya Flash Drive; USB Drive (hardisk external); CRU Solo terdiri atas hardisk 500 Gb, casing hardisk khusus DX-115, dan kotak pengaman.
- Product Life Cycle adalah konsep yang menggambarkan cara sebuah produk melalui tahapan-tahapan yang berbeda dalam siklus hidupnya, dari awal produksi hingga akhir hayatnya. Adapun tahap dalam siklus hidup produk industri meliputi perencanaan dan pengembangan, produksi, penggunaan, pemilihan, dan penghapusan.