Mengenal Teknik Animasi (Animasi Tradisional)

Dalam perkembangannya, teknik animasi sangat beragam dan menarik. Jika dilihat dari teknik pembuatannya, animasi dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu teknik animasi stop-motion, traditional animation, dan animation computer. Kalau pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang Teknik Animasi Stop-motion, kali ini kita akan membahas tentang teknik Animasi Tradisional.

ANIMASI TRADISIONAL. Animasi tradisional disebut juga animasi gambar manual dan animasi Cel. Teknik animasi ini mencoba untuk menuangkan gambar posisi sedikit demi sedikit sesuai dengan perubahan gerakan. Untuk menciptakan sebuah gerakan, setiap gambar harus diposisikan bergeser di setiap lembarnya. Untuk membuat satu gerakan, kamu memerlukan banyak gambar yang terangkai pergeserannya. Dalam proses pembuatannya, pembuatan gambar dikerjakan secara manual (gambar tangan) dan proses pergerakannya memakai banyak frame. Semakin detail pergeseran gambarnya, semakin sempurna pula gerakan animasi yang dihasilkan. Teknik tersebut dalam animasi tradisional dikenal istilah frame per second atau jumlah frame gambar dalam 1 detik. Contoh film animasi yang  dibuat dengan menggunakan teknik animasi tradisional adalah Mickey Mouse (1928), Pinocchio (1944), Alice’s Wonderland (1923).

   

Berikut video cara pembuatan animasi tradisional Mickey Mouse:

Beikut ini film Pinocchio (1944) yang dibuat menggunakan Teknik Animasi Tradisional.


Jenis-Jenis Animasi Tradisional

1._Zoetrope. Zoetrope dasar diciptakan di China sekitar 180 Masehi oleh Ting Huan. Zoetrope adalah alat yang digunakan untuk membuat citra gambar menjadi bergerak. Alat ini berbahan tembus pandang mirip dengan plastik mika atau plastik cover.

Mekanisme kerja alat ini adalah memosisikan Huan berada pada perangkat dengan posisi di atas lampu dan udara sehingga gambar yang dibuat pada media akan tampak bergerak bila Zoetrope diputar pada kecepatan yang sesuai.

Berikut ini video contoh animasi Zeotrope sesuai saat awal-awal dibuat:

2._Lentera Ajaib (Magic Lantern). Jika saat ini kamu mengenal perangkat proyektor sebagai alat untuk membuat proyeksi gambar pada layar, mekanisme kerja Lentera Ajaib dalah cikal bakal proyektor tersebut. Prinsip kerjanya adalah objek gambar yang tembus pandang akan ditembakkan oleh lampu sehingga objek gambar akan diperbesar dan diproyeksikan pada dinding layar datar.

Berikut ini video contoh animasi Magic Lantern  sesuai saat awal-awal dibuat:

3._Thaumatrope (1824). Awalnya, Thaumatrope adalah sebuah mainan sederhana yang biasa dimainkan pada kurun wakt.u era Victoria. Thaumatrope adalah benda berbentuk lingkaran kecil atau sebuah kartu dengan dua gambar yang berbeda pada setiap sisinya. Di setiap sisinya (kiri dan kanan) dipasang sebuah tali atau karet yang objek benda kecil berbentuk lingkaran tersebut menjadi pusat berada di tengahnya.

Berikut ini video contoh animasi Magic Lantern  sesuai saat awal-awal dibuat:

4._Phenakistoscope (1831). Phenakistoscope adalah sebuah alat pembuat ilustrasi animasi yang sederhana yang diciptakan oleh Joseph Plateau Simon von Stampfer dari Austria, tahun 1830. Alat ini terbuat dari selembar kertas berbentuk lingkaran dengan sisi ujung kertas terdapat celah pada jaraktertentu yang diisi dengan objek gambar berbeda posisi.

Kemudian, kertas berbentuk lingkaran tersebut diputar dengan kecepatan tertentu sehingga menghasilkan ilusi animasi. Kata phenakistoscope berasal dari bahasa Yunani yang berarti “menipu”. Hal ini terjadi karena efek tipuan mata yang dihasilkan oleh alat tersebut.

Berikut ini video contoh animasi Phenakistoscope sesuai saat awal-awal dibuat:

5._Flipbook (1868). John Barnes Linnet pada 1868 mematenkan penemuannya berupa teknik pembuatan animasi sederhana yang disebut dengan teknik flipbook. Teknik ini termasuk animasi tradisional yang secara praktis lebih mendekatkan pada teknik animasi modern. Seperti teknik lainnya, teknik flipbook menghasilkan ilusi gerak. Serangkaian gambar yang disusun berurutan yang dibuka secara cepat akan menghasilkan ilusi gerak animasi. Perangkat yang ditemukan tahun 1894 ini digunakan untuk membuka lembaran setiap flipbook ini disebut mutoscope.

Prinsip dasar cara kerja alat ini adalah sebuah flipbook (buku gambar) yang disimpan dalam kotak dengan pegangan pemutar untuk memutar dan membalik halaman setiap lembar buku.

Berikut ini video tutorial cara membuat animasi flipbook:

EKSPLORASI

Untuk mengetahui sejauh mana potensimu dalam memahami materi ini, simak kembali tayangan yang ada dalam kode QR di atas. Setelah itu, cobalah untuk melakukan eksplorasi berikut.

  1. Buatlah kelompok yang beranggotakan 3 orang.
  2. Siapkan kertas A4 sebanyak 10 lembar.
  3. Potonglah kertas tersebut menjadi ukuran 10 x 5 cm dan susunlah kertas tersebut menjadi sebuah buku saku kecil.
  4. Buat ulang animasi flipbook yang terdapat pada Literaksi di atas.