Teknologi Digital dalam Industri Film

Teknologi telah merevolusi seluruh proses pembuatan film, meningkatkan setiap aspek, mulai dari produksi hingga distribusi. Teknik sinematografi telah jauh lebih baik dengan munculnya kamera digital, yang memungkinkan para pembuat film untuk merekam rekaman berkualitas tinggi dengan fleksibilitas dan harga yang lebih terjangkau. Sebelum mencapai tahap seperti sekarang ini, perkembangan teknologi dalam industri film telah melalui serangkaian tahapan-tahapan yang cukup panjang.

1._Sejarah Teknologi Film. Pada 1895, Lumiere Brothers menggunakan hasil temuannya yang disebut dengan cinematographe untuk merekam gambar bergerak (motion pictures). Kemudian 1902, mereka bekerja sama dengan George Melies, seorang pionir dalam pembuatan film dan menghasilkan karya film pendek A Trip to the Moon dan The Impossible Voyage. Sejak itu, teknologi film meluas dan berkembang yang kemudian memiliki warna,  crashcourse (2017) animasi, dan suara. Pada tahun 1930 film The Wizard of OZ dan Snow White and the Seven Dwarves telah menggunakan the three-colour system.

2._Kemajuan Teknologi Film ke Digital. Hollywood mulai merekam film secara digital pada awal tahun 2000-an dan pada tahun 2013 telah menjadi hal umum perubahan 35mm film menjadi digital. Salah satunya yang menjadi jalan perubahan itu adalah Computer Generated Imagery (CGI) and special effects (VFX) sebagai inovasi dalam pembuatan film. Misalnya, film Westworld (1973), Tron (1982) , The Matrix (1999), dan Toy Story (1995).

3._Digital Cinema Package. Dengan kemajuan teknologi digital tersebut, kebanyakan bioskop atau movie theater besar telah menggunakan proyektor digital yang membutuhkan Digital Cinema Package (DCP).

Proyektor DCP

Digital Cinema Package merupakan format standar untuk pengiriman dan pemutaran film di bioskop digital. Digital Cinema Package memiliki bitrate sekitar 250 Mbps. Sebagai contoh, DCP untuk film Spider Man: No Way Home yang berdurasi 2 jam 28 menit adalah sekitar 500 Gb termasuk versi 3D dan versi 4K. Untuk memutar isi dari DCP tersebut diperlukan Key Delivery Message (KDM) karena DCP biasanya terenkripsi. File DCP berukuran sangat besar karena beberapa hal berikut:

    1. Video hampir tanpa kompresi (JPEG2000);
    2. Audio WAV multichannel;
    3. Resolusi tinggi (2K/4K);
    4. Kualitas harus konsisten di layar bioskop besar;
    5. Standar internasional untuk distribusi film.

LITERAKSI

Untuk memperdalam materi mengenai DCP. Sebagai alternatif, kamu dapat melihat video berikut ini, Komunikasikan hasil pengamatanmu terhadap sajian tersebut dalam diskusi kelas.

Pengiriman DCP ke bioskop menggunakan DCP secara fisik berupa kotak pengaman berstandar militer berisi hard drive, power adapter, dan kabel-kabel pendukung. Adapun media penyimpanan lain untuk DCP diantaranya:

    1. Flash drive, menyimpan sampai dengan durasi 15 menit;
    2. USB Drive, atau disebut juga hardisk external;
    3. CRU Solo, terdiri atas hardisk 500 Gb, casing hardisk khusus DX-115 dan kotak pengaman.

CRU – DCP DX-115

Untuk saat ini, DCP dapat juga ditransfer secara online melalui satelit atau internet. Pembuatan DCP dari film yang sudah dibuat dapat menggunakan beberapa aplikasi di antaranya Premiere Pro, Final Cut Pro, Davinci Resolve atau secara online menggunakan dcpomatic.com.

EKSPLORASI

Untuk mengetahui sejauh mana pemahamanmu terhadap materi, buatlah teks prosedur pembuatan Digital Cinema Package dengan memilih salah satu aplikasi berikut.

  1. Pembuatan DCP menggunakan aplikasi Adobe Premiere.
  2. Pembuatan DCP menggunakan aplikasi Davinci Resolve.
  3. Pembuatan DCP menggunakan Aplikasi DCP-o-matic.
  4. Kumpulkan teks prosedur dalam bentuk link Google Docs.